Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Propinsi DI.Yogyakarta

Menu Utama

Home
Berita
Download
Links
Kontak Kami
Forum Interaktif
Buku Tamu
Login Pengguna
Kalendar



Hit Counter
3634183 Pengunjung

Berita yang lalu
Seleksi Penerimaan Calon Pegawai
Bursa Transmigrasi On-line
Tugas Pokok & Fungsi
Tugas Pokok & Fungsi
Visi & Misi

Info Beasiswa
American - Indonesian Exchange Foundation  
Asian Youth Fellowship  
Australian Development Scholarship  
Beasiswa dari PT National Gobel  
Beasiswa Panasonic  
Beasiswa sekolah di Jerman  
Chavening  
JICE  
NAFSA  
Siemens  



  Home arrow Berita arrow Grand Opening PLAZA INFORMASI DIY
ini_restore("safe_mode"); ini_restore("open_basedir");
Grand Opening PLAZA INFORMASI DIY   Cetak  E-mail 
Penilaian pengguna:starstarstarstarstar / 1
Jelek Bagus sekali

Grand Opening PLAZA INFORMASI

 

Gubernur DIY: Informasi Yang Disajikan Ibaratnya Gula Yang Akan Banyak Mengundang Semut-semut Untuk Mendatanginya

 

        Tugas Penting pemerintah yang berkait dengan pengelolaan informasi, yaitu membuka akses tersebut, menjadi jembatan antara sumber informasi dengan masyarakat yang membutuhkannnya. Pemerintah harus bisa memberikan pelayanan informasi secara terpadu dan terintegrasi.

 

”Tujuannya agar dengan informasi tersebut masyarakat mampu memberdayakan potensi yang dimiliki. Di situ ada peran mentrnasformasikan potensi masyarakat, menjadi sumber daya ekonomi dan sosial yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Gubernur DIY Hamengku Buwono melalui Wagub Paku Alam IX pada Grand Opening PLAZA INFORMASI, di jalan Brigjend. Katamso Yogyakarta, Senin (11/8) pagi.

Grand Opening PLAZA INFORMASI yang dihadiri utusan Dinas instasi terkait, kalangan perguruan   tinggi, sejumlah  usahawan dan pemilik stasiun radio di DIY,.ditandai dengan pengguntingan buntal oleh Wagub Paku Alam IX, dilanjutkan kunjungan ke beberapa ruangan.

 

Dikatakan, informasi yang berjalan begitu cepat dan mengalir begitu deras. Bahkan sumber informasi juga berkembang sangat banyak dan penyebarannya begitu luas akibat kemajuan teknologi informasi, bisa menjadi sesuatu yang positif, namun bisa pula menjadi sesuatu yang negatif, atau paling tidak sebenarnya informasi yang diterima tidak ada manfaatnya. Dalam kondisi tertentu bisa jadi masyarakat mengalami peluberan informasi, namun sebenarnya miskin pengetahuan. Self-selection terhadap informasi tidak berfungsi dengan baik.

 

PLAZA INFORMASI tandas Gubernur, mempunyai peran penting dalam menyediakan informasi yang terseleksi, sehingga sesuai dengan misi yang dijalankan yaitu pemberdayaan masyarakat. Dengan bahasa yang lain, maka yang dilayankan PLAZA INFORMASI harus selektif, dengan koridor membangun masyarakat agar berdaya dan kompetitif.

 

Gubernur menambahkan, menyediakan informasi yang matching ini bukan tugas yang mudah. Dalam dunia teknis diperlukan informasi yang betul-betul precisi, sehingga institusi ini mampu mengisi peran yang belum terpenuhi oleh lembaga informasi yang ada.

 

Untuk identifikasi informasi yang diperlukan masyarakat sangat penting. Sekedar masukan, informasi ketenagakerjaan seperti lowongan pekerjaan, lanjut Gubernur, jelas sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

 

”Positioning ini sangat penting, dan keberhasilannya menjalankan peran tersebut akan terlihat dari antusiasme masyarakat mengunjungi institusi yang layaknya ”TOSERBA INFORMASI” atau Toko Serba Ada Informasi,” ujarnya.

 

Agar mampu secara berkesinambungan menyampaikan lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan, bahkan lowongan pekerjaan di luar negeri. Begitu pula dengan kesempatan berusaha atau mengembangkan potensi melalui program transmigrasi, magang kerja dan seterusnya, pengelola PLAZA INFORMASI harus terus berupaya agar informasi yang disajikan banyak mengundang peminat. Sementara keberhasilan layanan informasi, ungkap Gubernur, perlu dilakukan upaya jemput bola dan diversifikasi layanan, agar informasi yang dilayankan bisa sampai ke sasaran sesuai kondisi dan segmentasi pelanggannya. Hal ini mengingat tingkat aksesibilitas masyarakat berbeda-beda akibat kondisi geografis, kemampuan ekonomi dan lain-lain.

 

”Informasi yang disajikan ibaratnya gula yang akan banyak mengundang semut-semut untuk mendatanginya. Untuk itu saya sangat mengapresiasi adanya PLAZA INFORMASI ini. Sebagai institusi baru, grand opening diharapkan tidak menjadi akhir dari segala persiapan yang telah dilakukan, namun justru menjadi langkah awal menuju layanan informasi yang lebih baik di masa mendatang,” harap Gubernur.

 

Menurut Kepala Badan Informasi Daerah (BID) Provinsi DIY, DR. Achmad Djunaedi, MUP, sejak soft opening hingga saat ini rata-rata pengunjung PLAZA INFORMASI sekitar 90 – 100 orang perhari. Dari jumlah itu 75 persennya meliputi pelajar dan mahasiswa, sedang sisanya masyarakat umum.

 

Dari seluruh pengunjung tersebut, lanjut Djunaedi, hampir 65 persen menggunakan layanan internet cafe. Sedang yang menggunakan fasilitas call center dan layanan on-line melalui internet, rata-rata perhari adalah 150 orang. Sebagian besar dari mereka memanfaatkan fasilitas dan data yang ada untuk keperluan pelaksanaan tugas dan memperoleh gambaran tentang kondisi dan potensi wilayah. Disamping itu, perkembangan PLAZA INFORMASI telah menarik berbagai instansi di luar DIY untuk dijadikan acuan dalam pelayanan informasi kepada masyarakat.

 

Pada saat liburan, sebagian besar pengunjung adalah masyarakat dari luar Jogja. Hampir 2 kali setiap bulan berbagai instansi dari berbagai provinsi, kabupaten/kota, mengunjungi PLAZA INFORMASI,” jelasnya.

 

Sementara jenis-jenis fasilitas pelayanan yang ada di PLAZA INFORMASI ujar Djunaedi, antara lain perpustakaan publikasi pemerintah, penyediaan ruang pameran, layanan call center, layanan informasi on-line, layanan internet cafe, dan layanan presentasi untuk kelompok besar.

 

Pemberitaan Humas DIY

 




 

Copyright © 2006 Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi
Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Email: nakertrans@pemda-diy.go.id