Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Propinsi DI.Yogyakarta

Menu Utama

Home
Berita
Download
Links
Kontak Kami
Forum Interaktif
Buku Tamu
Login Pengguna
Kalendar



Hit Counter
3656614 Pengunjung

Berita yang lalu
Seleksi Penerimaan Calon Pegawai
Bursa Transmigrasi On-line
Tugas Pokok & Fungsi
Tugas Pokok & Fungsi
Visi & Misi

Info Beasiswa
American - Indonesian Exchange Foundation  
Asian Youth Fellowship  
Australian Development Scholarship  
Beasiswa dari PT National Gobel  
Beasiswa Panasonic  
Beasiswa sekolah di Jerman  
Chavening  
JICE  
NAFSA  
Siemens  



  Home arrow Berita arrow Rapat Koordinasi Penanggulangan dan Pengurangan kemiskinan
ini_restore("safe_mode"); ini_restore("open_basedir");
Rapat Koordinasi Penanggulangan dan Pengurangan kemiskinan   Cetak  E-mail 
Penilaian pengguna:starstarstarstarstar / 0
Jelek Bagus sekali

Penurunan Jumlah Pengangguran DIY Tahun 2007 Ditargetkan 18.000 orang
Animo Transmigran Tahun 2007 Ada 1.375 KK

 

Kepatihan - Untuk mengurangi angka pengangguran, selain dengan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berbasis penciptaan perluasan kesempatan kerja yang fleksibel (lentur), melalui pemberdayaan sektor pertanian, industri rumah tangga kecil dan menengah, serta sektor informal, dan peningkatan kerjasama antar daerah baik di dalam negeri maupun di luar negeri, juga dengan melakukan peningkatan pengerahan dan penempatan calon transmigran melalui mekanisme kerjasama antar daerah.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DIY, Hendarto Budiyono, SMi, MM saat menyampaikan Program dan Kegiatan Dinas Tenaga Kerja Provinsi DIY kepada peserta Rapat Koordinasi Penanggulangan dan Pengurangan Pengangguran di Provinsi DIY siang hari ini (Sabtu, 5/5) di Ruang Rapat Wakil Gubernur DIY, Komplek Kepatihan, Yogyakarta.

 

Hendarto juga menyampaikan, dari jumlah pengangguran di DIY pada tahun 2006, sebanyak 151.570 orang, paling banyak ada di Kab. Sleman sekitar 28,80%, disusul Kab. Bantul (25,92%), Kota Yogyakarta (22,70%), Kab. Gunungkidul (13,07%), dan terendah Kab. Kulonprogo (9,49%). Para pengangguran dengan berlatar belakang pendidikan mulai tidak tamat SD hingga perguruan tinggi ini sebagian besar berada di perkotaan  (64,7 %) dan berusia potensial 20-24 tahun (28,44%), dan yang tidak potensial (24,48%). Penganggur terbuka laki-laki lebih besar daripada perempuan yaitu 51,71%, dan perempuan 48,29%. Sementara perkiraan kesempatan kerja di berbagai sektor,  tahun 2006 sebesar 1.747.415 orang, tahun 2007 ada 1.786.274 orang dan tahun 2008 diproyeksikan ada 1.826.107 orang. Kesempatan kerja tambahan dari tahun 2005 sampai dengan 2008 sebanyak 115.715 orang. Pengertian kesempatan kerja adalah jumlah lapangan kerja yang sudah diisi ditambah dengan lowongan kerja yang tersedia.

 

Mengenai perkembangan transmigrasi DIY , lanjut Hendarto Budiyono yang belum lama menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DIY, telah direncanakan ke beberapa daerah dengan jumlah keseluruhan 320 KK. Adapun daerah tujuan lokasi transmigrasi Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Bengkulu dan Sulawesi Selatan. Dan untuk tahun 2008, pengerahan dan penempatan transmigran ke luar pulau Jawa sebanyak 500 KK dan daerah tujuan lokasi transmigrasi pun akan lebih diperluas yaitu di daerah Bangka Belitung.

 

Mengenai animo masyarakat untuk melakukan transmigrasi ini, dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Meskipun pada saat realisasinya, antara target dengan realisasi jumlah KK yang berangkat kadang tidak sama. Animo pada tahun 2004 terdapat 637 KK, tahun 2005 ada 855, tahun  2006 ada 1.445 dan tahun 2007 sudah ada sekitar 1.375 KK, kata Hendarto.

 

Sementara untuk mengurangi angka pengangguran di DIY juga telah diperkirakan capaian target penurunan tingkat pengangguran di DIY tahun 2007 ditargetkan sebesar 18.000 orang atau 20 % dari jumlah pengangguran  di DIY (  tahun 2004 disepakati sebanyak 90.000 orang), sedang untuk tahun 2008 sebanyak 19.000 orang atau 21,11%.

 

Agar program ini dapat berjalan dengan baik, kata Hendarto , perlu adanya peran kuat dari berbagai sektor seperti pemerintah, swasta, LSM, perguruan tinggi dan masyarakat itu sendiri.

 

Sedangkan Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam IX dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Pemberdayaan Masyarakat Setda Provinsi DIY, Drs. A. Riswanto yang membuka pertemuan tersebut menyampaikan bahwa besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat laun akan menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi krisis sosial. Dan krisis sosial ini ditandai dengan meningkatnya angka kenakalan remaja, melonjaknya anak jalanan/preman dan kekerasan sosial lainnya.

 

Jika krisis sosial tidak ingin berlanjut terus menerus, hal ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah. Apalagi pengangguran intelektual di Indonesia cenderung terus meningkat dan mengkhawatirkan. Forum ini nantinya dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran strategis dan solusi pemecahan penanganan pengangguran di DIY , kata Wagub seperti dibacakan Drs. A. Riswanto.

 

Rakor Penanggulangan dan Pengurangan Pengangguran di Provinsi DIY dihadiri oleh instansi terkait diantaranya Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi DIY dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten/kota.(Subbid. Pemberitaan BID)

 




 

Copyright © 2006 Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi
Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Email: nakertrans@pemda-diy.go.id